TV berpengaruh buruk terhadap komunikasi dan membaca


Menonton televisi merupakan suatu kebiasaan yang dialami oleh manusia modern, dan keberadaan televisi di rumah pun sudah menjadi barang wajib. Namun keberadaan televisi bukanlah sesuatu yang baik terutama bagi sebuah keluarga.

Baru-baru ini dirilis sebuah penelitian yang lakukan oleh Amy Nathanson dan Eric Arsmussen dari Ohio State University yang difokuskan pada kualitas respon yang diberikan oleh ibu kepada anaknya disaat berinteraksi.

“Ketika seorang ibu dan anaknya terfokus pada suatu obyek, baik itu buku, mainan atau tv, maka respon dari ibu akan berpengaruh terhadap pemahaman anak” lanjut Nathanson seperti yang dikutip dari Sciencedaily.

Dengan meneliti sebanyak 73 pasangan ibu dan anak yang diberikan satu pilihan dari tiga aktivitas seperti membaca buku, bermain, dan menonton tv selama sepuluh menit, ditemukan kesimpulan bahwa aktivitas membaca memberikan pengaruh yang paling besar terhadap komunikasi antara ibu dan anak. Aktivitas membaca pun sangat berpengaruh terhadap kemampuan verbal anak dan penambahan kosakata anak sehingga kemampuan membaca menjadi lebih cepat dibandingkan dua aktivitas lainnya.

Aktivitas bermain juga memiliki pengaruh terhadap komunikasi ibu dan anak namun dengan adanya pendampingan ibu selama bermain, komunikasipun tetap berjalan meski intensitasnya lebih rendah.

Dan diurutan yang paling akhir adalah aktivitas menonton tv, yang memberikan dampak paling kecil terhadap komunikasi positif antara ibu dan anak. Hal ini dikarenakan beberapa diantara ibu-ibu tersebut meninggalkan anaknya menonton tv sendirian.

Mari Berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s