Sudah efektifkah Anda sebagai Orang Tua


Didalam sebuah keluarga, terkadang kita sebagai orang tua menginginkan sesuatu yang terbaik untuk anak-anak, segala hal yang kita anggap terbaik akan selalu diberikan pada mereka.

Kita selalu merasa bahwa fasilitas bagi anak kita harus lebih baik daripada saat kita seusia mereka. Sebagai orang tua, kita merasa harus sempurna dimata anak-anak. Namun terkadang hal ini malah menjadi bumerang buat orang tua.

Terlalu memanjakan anak-anak? jadilah mereka anak yang malas dan hanya mengandalkan orang lain, tidak mau belajar berusaha mencapai sesuatu yang diinginkan anak karena mudahnya meminta.

Atau terlalu mengatur semua keinginan anak? jadilah anak akan hidup dalam ketakutan, stress dan hubungan orang tua dan anak yang kaku. Lalu, bagaimanakah kita bersikap terhadap anak?

Kesabaran, satu-satunya hal yang bisa menyeimbangkan kondisi dan keadaan dalam keluarga. Kesabaran bagi orang tua, akan sangat membantu mereka menghadapi dinamika kehidupan keluarga tanpa emosional dan mampu menjadi pemimpin yang terbaik.

Bagi anak, kesabaran akan mendidik mereka bahwa segala sesuatu itu ada prosesnya, ada waktunya. Hanya dengan kesabaran, dan diiringi penanaman konsep kerja keras, akan menjadikan anak menjadi lebih profesional kelak.

  1. Tidak semua yang baik dimata kita, baik juga dimata mereka
    Bagi sebagian orang tua, semua yang dianggap baik oleh mereka pasti akan baik juga bagi anak-anak mereka. Segala cara akan diterapkan untuk memaksakan "kebaikan" tersebut kepada anak. Dan itu salah..!

    Memang orang tua seharusnya lebih tahu mana yang lebih baik dan mana yang tidak baik, namun semua itu tergantung dari kondisi dan situasi masing-masing orang tua dan anak. Sesuatu yang baik bagi orang tua, terkadang bisa berdampak kurang bagus bagi anak. Apalagi jika disertai dengan pemaksaan.

    Kebaikan haruslah diajarkan secara baik dan disesuaikan dengan keadaan anak. Secara perlahan, tanamkan konsep kebaikan sejak dini agar anak bisa berbuat baik sesuai dengan pemahaman mereka sendiri. Biarkan anak berusaha mengembangkan konsep kebaikan kita dengan segala perbuatan mereka.

    Lalu… awasi mereka agar tidak melanggar konsep atau menjadikan konsep kebaikan kita menjadi sesuatu yang salah.

  2. Anak bukanlah duplikasi orang tua

    Kehidupan anak-anak kita saat ini sangatlah berbeda dengan kehidupan orang tua dulu. Ada banyak orang tua yang menganggap anak adalah duplikasi mereka sehingga semuanya harus sesuai dengan pendapat orang tua. Banyak orang tua berharap lebih kepada anak terhadap segala sesuatu. Bila orang tua mampu… mengapa anak kita tidak?? atau bila dahulu orang tua tidak boleh melakukan sesuatu… kenapa anak boleh??

    Memang ada banyak hal yang menyebabkan anak bisa menjadi duplikasi orang tua, namun kondisi masa lalu yang berbeda dengan sekarang  dan keadaan individu yang berbeda pula yang menyebabkan anak bukanlah duplikasi orang tua.

    Perbedaan kondisi dan keadaan individu harus menjadi pertimbangan bagi orang tua disaat ingin memberikan yang terbaik buat anaknya.

  3. Orang Tua tetaplah orang tua

    Keteraturan dalam keluarga serta hubungan antar individu didalamnya, tetaplah seharusnya berada dalam sebuah kondisi dimana orang tua tetap menjadi orang tua yang berhak untuk mengatur, mendisiplinkan, dan menjadi panutan bagi anak.

    Sang anak haruslah diajarkan pemahaman bahwa dalam keluarga terdapat sebuah susunan keluarga yang masing-masing mempunyai tugas yang berbeda. Dan orang tua still is the boss.

    Orang tua tetap harus bertanggung jawab terhadap keluarganya dan harus mempunyai ketegasan sebagai seorang pimpinan. Tidak ada yang namanya anak bisa menjadi bos didalam sebuah keluarga, hanya karena orang tua menganggap hal tersebut sebagai wujud kasih sayang mereka pada anak.

  4. Kewajiban… harus, tapi jangan lupakan hak

    Dalam keluarga, keseimbangan antara hak dan kewajiban haruslah ditanamkan sejak dini baik bagi orang tua maupun kepada anak.Orang tua meski sebagai pemimpin tidak berhak untuk menuntut kewajiban anak dengan berlebihan. Anak tetaplah memiliki hak yang seimbang untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Mari Berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s