Merpati Nusantara Airline mengudara kembali dengan “pilot” baru, Rudy Setyopurnomo


Setelah beberapa hari terakhir terjadi kehebohan di dalam internal tubuh maskapai penerbangan milik pemerintah, Merpati Nusantara Airline, akhirnya terjadi pergantian posisi direktur utama dari Sardjono Jhony Tjitrokusomo digantikan oleh Rudy Setyopurnomo yang sebelumnya menjabat sebagai Komisaris Utama Merpati Nusantara Airline. Rudy pun sebenarnya menjabat sebagai komisaris utama baru 1,5 bulan setelah menggantikan Said Didu yang dipecat terlebih dahulu.

Penggantian Sardjono Jhony Tjitrokusomo ini berdasarkan konfirmasi dari Rudy dan juga Meneg BUMN, Dahlan Iskan, karena kerugian yang ditanggung oleh Merpati Nusantara Airline sudah sangat besar. Ditahun 2011, kerugian operasional Merpati mencapai Rp. 750 Milyar dan di kuartal pertama tahun ini, Merpati Airlines sudah merugi sekitar 250 Milyar. Kerugian yang terus menerus ini mengakibatkan ketidakpercayaan pemegang saham yakni Kementrian BUMN dan Garuda Indonesia, yang akhirnya menandatangani surat pemecatan Sardjono Jhony Tjitrokusomo.

Meski terjadi kesimpangsiuran apakah Sardjono dipecat ataukah mengundurkan diri, namun yang jelas hal ini telah menimbulkan berbagai reaksi dari dalam perusahaan Merpati Nusantara Airline. Sebelum pelantikan pejabat baru, Rudy Setyopurnomo, terjadi isu pemogokan oleh pilot Merpati di seluruh Indonesia yang menganggap manajemen lama dibawah pimpinan Sardjono masih mampu untuk memperbaiki kinerja Merpati. Selain itu, peningkatan kesejahteraan yang dirasakan oleh karyawan Merpati pula yang mendorong para pilot menentang pemberhentian Sardjono.

Menteri BUMN mempunyai penilaian sendiri, meski mantan direktur utama Sardjono Jhony Tjitrokusomo termasuk salah satu orang yang baik, namun karena terlalu baik, dinilai kurang bisa mempercepat proses restrukturisasi perusahaan. Untuk itulah penunjukan Rudy Setyopurnomo diharapkan mampu mempercepat restrukturisasi tersebut. Untuk melaksanakan tugas tersebut Rudy telah menyiapkan beberapa strategi yang mengutamakan peningkatan layanan terhadap penumpang dan juga merestrukturisasi rute-rute penerbangan yang dianggap kurang layak.

Beberapa langkah yang akan diambil oleh manajemen baru ini antara lain :
1. Membereskan reservasi tiket dan marketing Merpati
2. Meningkatkan lisensi Merpati dari Eropa
3. Penundaan pembelian pesawat untuk semua jenis karena dianggap tingkat isian penumpang masih kurang dari 80 persen
4. Fokus perbaikan rute. Rute yang tidak menguntungkan akan direstrukturisasi. Merpati juga akan menjadi feeder dari maskapai Garuda Indonesia
5. Fokus pelayanan penumpang, bagaimana memanjakan penumpang agar mau memakai layanan Merpati. Khususnya perbaikan waktu penerbangan
6. Penataan direksi.

Semoga dengan pergantian direksi dan juga kehebohan ini, bisa menjadikan Merpati Nusantara Airline bisa terbang lebih tinggi lagi… dengan keuntungan tentunya…

Mari Berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s