Google Hapus Kebijakan “Real Name” di Google+


Tanggal 16 Juli 2014 kemarin, Google resmi menghapus “real name policy” yang mengharuskan pengguna Google+ mencantumkan nama aslinya sebagai identitas pemilik account Google+. Kebijakan yang dibuat sejak awal launching ini dianggap cukup membatasi perkembangan Google+ yang digadang-gadang banyak orang bisa menyamai keberadaan Facebook yang sukses di dunia jejaring sosial.

Kontroversi penggunaan nama asli ini cukup menjadi perdebatan yang cukup ramai di dunia maya terutama bila dikaitkan dengan kebebasan, privasi, dan budaya yang berbeda-beda dari masing-masing pengguna.

Sejatinya, penggunaan nama asli sebagai identitas justru membuat Google+ lebih baik karena postingan-postingan dari penggunanya akan lebih baik dan terselektif, hal ini dikarenakan orang akan lebih berhati-hati dalam memosting sesuatu. Namun, karena banyak orang yang menganggap bahwa tidak perlu menampilkan identitas lengkap karena sangat terkait dengan privasi seseorang, begitu identitas orang tersebut terpublikasi di internet, maka hilanglah privasinya.

Dan akhirnya Google pun menyerah…

Mari Berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s