Ignasius Jonan, Sang Masinis PT KAI yang Fenomenal


Ignasius Jonan Sang Masinis PT Kereta Api Indonesia
Ignasius Jonan Sang Masinis PT Kereta Api Indonesia

Minggu ini, sosok Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI), Ignasius Jonan menjadi buah bibir di dunia maya sejak Dahlan Iskan memberikan pujian yang cukup tinggi di tulisan mingguannya selaku Menteri BUMN, Manufacturing Hope. Pujian atas prestasi kerja keras Jonan selama memimpin PT KAI yang puncaknya pada momen hari Raya Idul Fitri tahun ini berhasil mengantarkan ratusan ribu pemudik dengan sukses dan tanpa kendala yang berarti.

Kerja keras Jonan untuk memastikan pelayanan PT KAI bisa memuaskan para pemudik yang menyebabkan Jonan harus berkeliling pulau Jawa berhari-hari dan bahkan harus merasakan kerasnya tempat duduk penumpang kereta ekonomi Penataran hanya untuk sekedar beristirahat sejenak setelah memastikan semua stasiun, kereta dan karyawan PT KAI siap untuk mengantarkan para pemudik pulang mudik dan sebaliknya.

Tentunya sudah banyak prestasi lain yang sudah ditorehkan oleh lulusan Harvard University dan Columbia University ini. Dari sekian banyak yang bisa kita lihat implementasinya, ada beberapa hal yang patut ditiru oleh perusahaan-perusahaan BUMN lainnya antara lain :

  1. Pembelian Tiket Kereta Api Online
    Penerapan tiket online ini didasari oleh banyaknya penggelapan-penggelapan uang tiket kereta yang selama ini cukup masif dilakukan oleh karyawan PT KAI. Membayar tiket diatas kereta tanpa memasukkannya ke rekening perusahaan cukup membuat kondisi keuangan PT KAI sangat buruk. Meski dulu PT KAI masih menerapkan tiket berdiri yang menyebabkan penumpang berjubel sama sekali tidak membantu pendapatan PT KAI. Namun adanya pembelian tiket kereta api secara online cukup ampuh untuk menyerap semua pemasukan yang berasal dari calon penumpang bisa langsung masuk ke rekening PT KAI dan tidak mampir ke kantong oknum korup.

    Dan bahkan rencananya, setelah liburan Idul Fitri ini, Jonan berencana untuk menjadikan pemesanan tiket tidak bisa dilakukan di loket stasiun sama sekali. Pembelian tiket di stasiun hanya untuk kereta api yang “Go Show” atau yang akan berangkat hari itu juga. Ini akan semakin mempersempit gerak calo kereta yang berasal dari dalam, juga lebih mempersingkat arus keuangan PT KAI karena langsung masuk ke rekening perusahaan.

  2. Penerapan aturan 100% kapasitas tempat duduk
    Jika dulu PT KAI memperbolehkan semua penumpang naik kereta api meski melebihi kapasitas gerbong yang menyebabkan penumpang, terutama di kelas ekonomi, berhimpit-himpitan digerbong sehingga terkesan kereta api di Indonesia terkesan kumuh dan tidak manusiawi. Maka Jonan pun tergerak untuk lebih memanusiawikan pelayanan angkutan dengan cara membatasi jumlah penumpang sesuai dengan kapasitas maksimal gerbong.

    Uniknya, penurunan jumlah penumpang yang sebelumnya bisa mencapai 2 kali lipat kapasitas gerbong, ternyata tidak menyebabkan penurunan pendapatan PT KAI dan bahkan mampu meraih keuntungan yang tidak sedikit. Hal ini juga dipengaruhi oleh perubahan sistem pembelian tiket yang lebih teratur dan online

  3. Memperkecil peluang calo kereta api
    Dulu, naik kereta api itu sangat identik dengan calo, dan mungkin sampai hari inipun calo masih cukup punya peluang untuk mengakali sistem pembelian tiket kereta api. Calo yang berkeliaran di stasiun pun beragam, mulai dari preman biasa sampai dengan karyawan PT KAI itu sendiri. Sudah sejak lama, banyak cara yang dilakukan untuk mengatasi berkeliarannya calo preman mulai dengan iming-iming imbalan sampai dengan denda, namun belum cukup efektif karena calo dari dalam PT KAI sendiri juga tidak kalah banyak. Hal ini yang menyebabkan Jonan berinisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan karyawannya, sehingga memperkecil peluang keryawan untuk bermain-main dengan tiket kereta api.

    Namun, implementasi ini masih perlu tahapan yang masih panjang karena di tahun ini pun, kabar burung mengenai calo tiket kereta yang berasal dari karyawan PT KAI ini pun masih terdengar.

  4. Memaksimalkan potensi aset perusahaan
    PT KAI mulai memaksimalkan aset-aset yang dimiliki oleh PT KAI untuk memberikan nilai tambah pada kenyamanan penumpang dan juga keuangan perusahaan. Mulai dari pembenahan stasiun sehingga terlihat rapi dan nyaman bagi penumpang. Kerapian dan kenyamanan ini tentunya juga sangat berpengaruh pada minat orang untuk memakai jasa moda transportasi jenis ini, terutama orang kaya yang cukup sensitif terhadap pelayanan dan kenyamanan.

    Selain pembenahan fasilitas penumpang, pembenahan dilakukan pada area parkir dan kios-kios yang ada didalam stasiun, hal ini cukup mempu meningkatkan pendapatan PT KAI dari kedua fasilitas tambahan tersebut. Dulu, parkir lebih banyak dikuasai oleh preman-preman dan oknum karyawan yang menjadi bos kecil di stasiun yang menyebabkan tidak adanya pemasukan dari fasilitas penumpang ini, namun sekarang tentunya berbeda.

Sederet prestasi kerja lain Jonan pun masih banyak, wajar akhirnya jika sekarang Jonan banyak digadang-gadng untuk menduduki posisi yang baru, mulai dari Menteri Perhubungan, Menteri BUMN ataupun Dirut PLN yang baru sesuai dengan rencana Dahlan Iskan. Kita tunggu saja apakah Ignasius Jonan akan tetap menjadi Masinis PT KAI ataukah “naik pangkat” dengan jabatan lain yang tidak kalah prestisius? kita tunggu langkah jokowi kedepan.

Mari Berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s