Mendapat Kekerasan Dari Orang Tua, Apa Langkah Kita?


Sudah cukup lama saya tidak menulis apapun karena kesibukan kerja, ternyata cukup banyak komentar yang masuk ke artikel Akibat Orangtua Berlidah Tajam dan Kejam. Dan lebih menyedihkan karena ternyata masih cukup banyak anak yang bahkan hingga dewasa masih saja mengalami kekerasan baik secara fisik maupun verbal.

Cukup banyak yang orang yang merasa tersakiti yang bahkan sampai menumbuhkan rasa dendam terhadap orang tua mereka. Tapi apakah itu semua akan menyelesaikan masalah? Tidak.

Balas dendam hanya akan selalu menyisakan keinginan untuk memperlakukan orang tua sebagaimana dulu kita diperlukan. Namun secara tidak sadar, bisa jadi perlakuan ini juga akan kita berikan kepada orang lain, terutama anak-anak kita. Kalo seperti itu, rasa dendam kita akan berpindah ke anak-anak kita kelak. Mereka akan berbalik akan memusuhi kita disaat-saat kita membutuhkan bantuan mereka.

Lalu, bagaimana cara kita menghapus luka dendam akibat perlakuan orang tua? Ada beberapa cara

Berpikirlah Positif
Janganlah kita selalu disibukkan dengan perasaan dendam terhadap orang tua, tapi ubahlah perasaan dendam tersebut dengan pemikiran yang positif, sekecil apapun pemikiran tersebut. Anggap saja mereka sedang “datang bulan”, atau hal-hal kecil lainnya. Atau anggap saja mereka mendidik kita agar menjadi dewasa meski mereka sendiri belum dewasa secara emosional.

Pemikiran positif akan menumbuhkan akal sehat sehingga kita bisa berpikir dengan jernih dan bisa mencoba menghindari hal-hal yang selalu menjadi pemicu kemarahan orang tua. Apapun itu.

Luangkan Waktu Untuk Dirimu Sendiri
Me Time…. ini mungkin istilah yang biasa dipakai Ibu-ibu yang disibukkan dengan urusan pekerjaan, rumah tangga dan lain sebagainya. Namun kita pun bisa memakai istilah ini untuk “melarikan diri” dari masalah di rumah akibat dimarahi orang tua.

Tidak harus keluar rumah, banyak aktivitas yang bisa kita kerjakan di rumah untuk menghilangkan rasa suntuk setelah dimarahi orang tua. Mengurung diri didalam kamar untuk sementara waktu dan mengerjakan hobi hingga suasana kembali ke sedia kala. Atau kalau memang punya uang, bisa refreshing keluar rumah dengan pergi ke tempat-tempat yang nyaman untuk beristirahat sendiri. Tapi jangan kabur yah…😀

Terkadang kita tidak membutuhkan orang lain untuk menjadi teman curhat, tapi kita membutuhkan suasana yang tenang, nyaman dan jauh dari kebisingan untuk relaksasi otak agar semua emosi, amarah akibat orang tua bisa terobati. Ga perlu pacar, sahabat, adik atau siapapun, cukup diri sendiri.

Belajar Mengendalikan Emosi
Setiap kali mendapatkan kekerasan, kita akan selalu berusaha memendam rasa tidak suka dan emosi yang berlebihan saat itu. Namun, keinginan untuk memendam perasaan ini tidak akan selalu baik untuk kita. Suatu saat perasaan marah dan tidak suka itu akan muncul dalam kondisi yang berbeda. Baik kepada orang-orang disekitar kita maupun orang lain.

Kita harus mulai bisa mengendalikan emosi dan menyaring perasaan marah ataupun tidak suka sampai kepada tahap yang masih bisa terkontrol. Abaikan perasaan marah akibat persoalan-persoalan sepele dan anggap saja angin lalu. Atau salurkan emosi kita saat itu dengan aktivitas-aktivitas yang tidak menambah rumit persoalan kita misal dengan mendengarkan musik, membaca atau aktivitas ringan lainnya.

3 Comments Add yours

  1. aleiyah mengatakan:

    saya sudah melakukan apa yg ada diatas… saya sudah berusaha tetap happy… melupakan… mencari kesibukan dikamar… tapi yg ada malah ayah mengambil dan membanting hp yg saya jadikan satu satunya hiburan saya ketika terjadi hal hal tdk mengenakkan… saya sudah berusaha sejenak menyepi mengendalikan emosi dengan menenangkan diri diluar karena keadaan rumah yg seperti neraka, tapi… keadaan sama sekali tidak berubah… malah makin parah… saya pergi itu pulang lagi lho… malah dibilang perempuan ga punya harga diri dituduh ini itu… saya lelah… bahkan setelah saya menikahpun ayah makin memusuhi saya… ibu yg jadi pelampiasan… ibu suda berkali kali minta cerai dan ingin pergi… tp dia mengancam…dia akan berbuat semaunya jika ibu pergi seperti apa yg saya lakukan waktu itu… bahkan parahnya, sekarang… keluarga semua tau masalah kami… dan tebak siapa yg disalahkan… ya… aku anak pertama… padahal kalau nau dibahas… aku ini terkenal baik dr kecil oleh siapapun… ibu… adik2ku… teman2… guru… dosen… keluarga… tp tidak bagi ayahku… aku hanya sampah baginya… sekarang dia menyebarkan kepadaa seluruh keluarga dan org yg dia kenal bahwa aku adalah penyebab dr pertengkaran mereka… aku mulai lelah… aku harus bagaimana ? aku sedang hamil sekarang… dan pikiran ini membuatku takut berimbas pada janinku… aku depresi… ibu dan adik2ku dilarang menghubungiku… aku harus bagaimana ?😢😢😢😢😢

    Suka

    1. alex mengatakan:

      Dear aleiyah.sabar ya aku sangat memahami yg kmu rasakan karna aku juga mengalami hal senada.aku selama ini merenungkan apa hikmah dibalik semua ini.yaitu aku membayangkan bagaimana ketika kita kehilangan orang tua kita pastinya ini adalah musibah terbesar yg akan menimpa kita yg mungkin akan membuat kita depresi dsb.tp dengan sikap orang tua yg demikian buruk hal itu mungkin akan mengurangi rasa kesedihan kita ketika kita kehilangan dia nanti. Atau klo kita yg mati duluan inilah akhir penddritaan kita didunia.meski diakhirat nanti belum tentu bahagia.oleh karna itu kita harus membekali diri kita u tuk akhirat kelak dengan harapan diakhirat kelak kita bisa bahagia karna kita tidak temukan bahagia didunia setidaknya kita msh menderita akibat perlakuan orang tua kita.kuatkan jiwamu teman.

      Suka

  2. Suci mengatakan:

    Saya sudah melakukan hal diatasi, tapi tetap saja saya selalu di hina dicaci maki oleh ibu saya.. saya selalu menahan. Dihati saya tak pernah sedikit pun untuk melawan tapi dia menanggapi kalau saya anak tak tahu diri.. setiap hari kata hinaan tak pernah berhenti dari mulutnya.. dia selalu menyumpahi saya agar cepat mati.. saya bingung mau kemana.. ayah saya meninggalkan kann saya sejak saya dalam kandungan.. hidup saya hancur.. saya selalu berniat ingin bunuh diri..tak ada gunanya saya untuk ibu. Adik saya selalu benar dan apa yang ia kerja kan selalu baik..sedangkan ibu saya tak pernah menghargai apa yang saya lakukan😢

    Suka

Mari Berdiskusi

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s